Disney Minnie Mouse

Kamis, 30 Mei 2013

67. Proses Perubahan Organisasi



Yang dimaksud dengan proses perubahan adalah tata urutan atau langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi. Langkah tersebut terdiri dari :

a. Mengadakan Pengkajian : Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.

b. Mengadakan Identifikasi : Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.

c. Menetapkan Perubahan : Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
Menentukan Strategi : Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.

d. Melakukan Evaluasi : Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.

66. Dinamika Organisasi dan Pengembangan Kualitas Kemahasiswaan



 “berikan aku sepuluh mahasiswa, maka akan kupindahkan gunung himalaya ke laut pasifik” (Bung Karno)
Dalam ilmu sosial, manusia disebutkan sebagai makhluk social (zoon politicon) yang mempunyai kebutuhan untuk hidup berkelompok, bersama-sama, berinteraksi satu sama lain, berkomunikasi dan saling membutuhkan sekaligus saling mempengaruhi. Setiap individu merupakan satu subyek yang berdiri sendiri, namun dia tidak mungkin bisa terlahir kedunia ini tanpa adanya perantaraan orang lain diluar dirinya. Karena itu setiap orang merupakan bagian atau “onderdil” dari suatu masyarakat/kelompok. Sebab itu pula kehidupan masing-masing orang juga ditentukan (determiner) serta dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya.
Organisasi dan Dinamika Berkelompok
Kata organisasi merupakan kata yang sudah sangat akrab ditelinga setiap orang, konon lagi bagi mahasiswa yang berjiwa aktivis, organisasi sudah tentu menjadi wadah yang senantiasa mengasah kreativitas sekaligus tempat yang sangat tepat untuk aktualisasi diri. Hanya saja dalam banyak kasus ditemukan masih banyak kita (mahasiswa) yang tersentak ketika diminta menjelaskan pemahaman organisasi itu sendiri, baik pemaknaan maupun tujuannya.
Sekedar kilas balik, organisasi secara umum dapat didefinisikan dengan perkumpulan individu yang terdiri dari dua atau lebih dan memiliki cita-cita yang sama yang ingin dicapai secara bersama-sama, dimana kehadiran masing-masing individu mempunya arti serta nilai bagi individu lainnya. Keberadaan setiap orang dalam organisasi adalah saling mempengaruhi yang kemudian melahirkan aksi-aksi dan reaksi-reaksi secara timbal balik (feed back), inilah yang disebut dengan dinamika organisasi atau kelompok.
Salah satu unsur yang esensial dan substansial dalam kehidupan berkelompok atau berorganisasi adalah sikap interdependensi satu anggota dengan anggota lainnya, yaitu saling ketergantungan, dimana setiap anggota harus bisa bekerja sama dengan anggota yang lain di interternal organisasi atau dengan pihak lain diluar organisasi. Karena itu semboyan “sadar diri sadar peran” sangat penting dipahami oleh setiap anggota organisasi agar tidak terjadi duplikasi atau salah peran dalam pencapaian tujuan organisasi.
Manfaat organisasi bagi individu
Setelah memahami pemahaman organisasi, tentu saja pertanyaan berikutnya adalah apa fungsi bagi setiap individu (baca: mahasiswa) terlibat dalam organisasi?. Jawaban dari pertanyaan ini akan berbeda-beda dari orang yang satu dengan lainnya, hal itu sangat tergantung dari misi atau cita-cita awal sebuah organisasi dibentuk atau setiap individu  ikut dalam suatu organisasi.
Pengalaman penulis ketika menginterview (screening test) calon Pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), beragam jawaban muncul dari sang mahasiswa saat dikejar dengan pertanyaan diatas, ada yang mengatakan dengan berorganisasi akan mendapat banyak kawan baru, berani berbicara di depan orang banyak, dengan berorganisasi akan mudah mendapatkan pacar, dan sebagainya.
Secara ilmiah dan empirik, fungsi organisasi bagi individu diantaranya, adalah memberikan ruang hidup psikologis serta ruang sosial yang akan memunculkan “sence of belonging” untuk berprestasi dan bekerjasama, melahirkan semangat kesetiakawanan social, loyalitas serta esprit de corps, memberikan rasa aman (sekuritas), mendapatkan status sosial (merasa dihargai, diakui, diterima, mendapat posisi social serta pnghargaan dari lingkungan), pemikiran/wawasan menjadi lebih luas dan berkembang dengan masukan, ide, pendapat yang berbeda antar anggota, maupun mendapatkan pengalaman baru dalam kehidupan sosial.
Fenomena Organisasi Kemahasiswaan
Sepanjang sejarah baik di negara  maju maupun negara berkembang, gerakan organisasi dan kepemimpinan mahasiswa memainkan peranan penting dalam gerakan pembaharuan (agent of change) bangsa di tengah-tengah gerakan pembangunan, termasuk pada masa pemberontakan dan revolusi. Hal itu disebabkan para mahasiswa aktivis pada kenyataannya merupakan kekuatan sosial, kekuatan moral, dan sekaligus kekuatan politik yang dilandasi dengan semangat tri darma perguruan tinggi.
Menurut Taruna Ikrar, fenomena gerakan mahasiswa dapat dikelompokkan dalam beberapa tipe;pertama, mahasiswa “kutu buku”, yaitu mahasiswa yang hanya beroreintasi pada akademik atau hanya mengejar indeks prestasi semata tanpa menghiraukan aktivitas lain dalam lingkungan kampus.Kedua, mahasiswa “fungsionaris kampus”, yaitu mereka yang sibuk dengan aktivitas organisasi kampus dengan harapan atau iming-iming nantinya direkrut menjadi dosen di kampusnya. Ketiga  tipe“aktivis kampus”, aktif dalam kehidupan kampus tapi mereka tidak duduk dalam suatu lembaga kemahasiswaan, dan keempat, mahasiswa “pragmatis”, biasanya mahasiswa seperti ini hanya ingin terlibat dalam aktivitas dunia mahasiswa jika membawa keuntungan material (provit oriented).
Dalam konteks ke-Acehan kini, tidak dapat dibantah bahwa sudah sangat banyak tokoh-tokoh muda, misalnya; Muhammad Nazar dengan SIRAnya diawal reformasi, Islamuddin dengan SMURnya, yang nota bene aktivitis kampus yang  muncul kepermukaan sebagai sosok fenomenal dalam gerakan-gerakan pembangunan daerah yang dilakukan pemerintah. Banyaknya organisasi mahasiswa diluar kampus yang muncul, seperti GPP, SMUR, SIRA, HMI, KAMMI, dan sebagainya ternyata telah memberikan warna baru tersendiri dalam dinamika politik dan pembangunan.
Kesemua sosok muda pembaharuan bangsa, baik ditingkat lokal maupun nasional adalah mereka yang berasal dari organisasi kemahasiswaan dari berbagi perguruan tinggi di Aceh maupun luar Aceh, artinya bahwa tokoh-tokoh muda itu adalah orang muda yang sudah cukup mapan bergelut serta melakukan proses aktualisasi diri yang panjang dalam organisasi mahasiswa. Karenanya jarang sekali ditemukan adanya tokoh yang muncul secara solo atau tanpa background organisasi.
Pengembangan kualitas mahasiswa tentu tidak bisa juga semata-mata dititik beratkan pada keterlibatan seorang mahasiswa dalam organisasi baik intra kampus maupun ektra kampus. Namun sangat dipengaruhi juga oleh faktor motivasi diri yang dilakukan oleh setiap orang dalam rangka menstimulasi atau menggali potensi diri yang dimilikinya. Dalam hal peningkatan kualitas kemahasiswaan, keterlibatan si mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan haruslah ditempatkan pada satu sisi sebagai media motivasi diri yang berasal dari luar untuk memunculkan potensi diri yang ada, artinya keinginan seseorang atau mahasiswa berorganisasi tidak semestinya dimaknai sebagai langkah meraih kekuasaan semata.

65. Dinamika Organisasi Sebuah Seni dalam Organisasi



Apa Itu Organisasi?

Organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih yang memiliki visi dan misi yang sama terhadap suatu hal dan bekerja sama untuk mewujudkan visi dan misi tersebut. Contoh organisasi adalah organisasi kepenulisan Forum Lingkar Pena (FLP), Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), organisasi para petani, organisasi para pedagang, Organisasi Partai Politik, (Orpol), organisasi ikatan dokter Indonesia (IDI), dan lain-lain.
Semua organisasi yang dicontohkan tersebut memiliki visi dan misi yang sama. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa tidak mungkin organisasi kepenulisan berisi orang-orang yang tidak suka menulis, sama seperti organisasi petani pedagang, dan yang lainnya.
Setiap organisasi pasti memiliki keterkaitan antara satu anggota dengan anggota lainnya. Baik dalam satu ketertarikan minat yang sama (contoh: organisasi penulis FLP), satu jalur pekerjaan atau kegiatan yang berkesinambungan atau berhubungan (IDI dengan ikatan pengusaha rumah sakit nasional), kemudian organisasi petani dengan para pengusaha pupuk, dan seterusnya.
Jadi tidak mungkin saja tidak semua organisasi memiliki anggota organisasi yang satu profesi. Tapi yang benar adalah, bisa sama bisa juga saling berhubungan profesi satu dengan yang lainnya. Inilah sedikit banyak yang dimaksud dengan dinamika organisasi.

Dinamika Organisasi

Organisasi adalah sebuah keluarga yang memiliki banyak anggota. Dalam organisasi ada yang disebut ketua organisasi yang tanggung jawabnya serupa dengan kepala keluarga. Ada pemimpin dan ada pula yang dipimpin. Idealnya, antara pemimpin dan yang dipimpin memang harus seiring dan sejalan agar organisasi semakin maju dan berkembang.
Kenyataannya, kita sering berbenturan dengan anggota organisasi lain. Tentunya, banyak kepala, banyak isinya, banyak kepentingan, dan banyak pula keinginannya. Itulah yang disebut dinamika organisasi. Dalam sebuah organisasi, tak pelak harus lurus-lurus saja dan adem ayem tentrem.
Ada kalanya, sebuah kepentingan satu orang berbenturan dengan kepentingan yang lain. Ada juga konflik yang tercipta antaranggota karena perbedaan karakter. Pada dasarnya, berikut ini adalah beberapa hal yang ada dalam dinamika organisasi.
1.      Persaingan antaranggota untuk menunjukkan kelebihan masing-masing.
2.      Benturan antara kepentingan pribadi dan organisasi.
3.      Ambisi terselubung untuk “kudeta”.
4.      Ingin menguasai organisasi untuk kepentingan pribadi.
5.      Konflik antaranggota karena perbedaan karakter.
6.      Adanya senioritas.
7.      Adanya anggota yang mulai tidak komitmen dengan organisasi.
8.      Menjadikan organisasi sebagai kuda tunggangan, dalam mencapai keinginan pribadi.
9.      Memperalat organisasi demi mempromosikan usahanya sendiri.
10.   Menjadikan organisasi sebagai kedok, bagi permasalahan pribadi.
Beberapa poin tersebut adalah contoh kecil dinamika organisasi. Bahkan beberapa gejolak yang ada di dalam organisasi yang sarat dinamika tersebut, kadangkala sangat tidak nyaman bagi anggota lainnya. Karena terkesan ada beberapa gejolak yang sifatnya merugikan dan tidak bersifat kebersamaan. Namun justru lebih mementingkan urusan pribadi sendiri.
Namun pada kenyataannya, dinamika pada organisasi memang sangat beragam dan bervariasi. Dan faktanya semua dinamika yang seperti itu memang ada, dan kerap ditemui dalam semua organisasi yang ada. Karena sifat manusia yang tidak semuanya lurus dalam berkiprah. Sekalipun organisasi tersebut sifatnya adalah untuk kemanusiaan belaka.

Tujuan Kemajuan Organisasi

Memang benar kadangkala, konflik itu diperlukan dalam sebuah hubungan. Baik hubungan antara suami dan istri, hubungan kakak dan adik, hubungan antara sahabat, termasuk hubungan antara personal yang ada di organisasi tersebut. Bayangkan bila dalam sebuah organisasi tidak ada konflik. Tentu organisasi akan berjalan datar dan tidak menyenangkan.
Yang menjadi masalah adalah bukan kepada konflik yang tercipta karena itu adalah bagian dari dinamika organisasi. Yang menjadi masalah adalah bagaimana cara menyikapinya. Konflik ada bukan untuk meremukkan organisasi, justru sebaliknya. Dengan adanya konflik yang muncul, diharapkan dapat mendewasakan diri para anggotanya. Karena konflik mengharuskan setiap anggota organisasi moved on dari tujuan pribadi kepada tujuan organisasi. Dan mengharuskan semua fokus terhadap keutuhan organisasi tersebut.
Dengan adanya konflik, kita akan semakin tahu karakter tiap-tiap anggota dan kita juga tahu bagaimana cara menyikapinya. Yang tidak boleh ada adalah bila konflik tersebut dibawa keluar dari jalurnya karena hal tersebut bisa memecahkan solidaritas antara anggota organisasi.
Jadi, masihkah dinamika dalam organisasi dianggap sebagai sesuatu yang menghambat kemajuan organisasi? Malah justru sebaliknya, dinamika organisasi merupakan sebuah seni dalam organisasi.

Jenis Organisasi

Ada banyak macam dan jenis organisasi yang terbentuk karena kebutuhan bersama, karena kemiripan dan kesamaan yang ada, dan beberapa alasan lain. Beberapa jenis organisasi yang biasa Anda kenal adalah:
1.      Organisasi Internasional. Atau masuk ke dalam hubungan internasional atau organisasi multilateral, contohnya PBB.
2.      Organisasi antar-Negara. Yang biasa disebut pula organisasi bilateral. Contohnya kerjasama edukasi teknologi antara Indonesia dengan Jepang.
3.      Organisasi Nasional. Atau dalam hubungannya dengan organisasi internal dalam negeri. Misalnya, Parpol.
4.      Organisasi Internal Institusi. Yakni organisasi di dalam sebuah institusi. Contohnya adalah: Persit atau Persatuan Istri Tentara, kemudian Jalasenatri atau persatuan istri TNI-AL, serta KORPRI atau Korps Pegawai Negeri. Dan sebagainya.

Tips Sehat Berorganisasi

Setelah Anda kini mengetahui secara benar, definisi serta pengertian dari organisasi, juga tentang seluk beluk organisasi termasuk dengan tujuan dan dinamika dalam organisasi yang ada. Maka kini ada baiknya Anda menyimak tips mudah dan sehat dalam berorganisasi secara sehat.
Simak dan kulik tipsnya berikut ini:
·                     Sebagai anggota sebuah organisasi, maka Anda harus memahami kompetensi dasar sebuah organisasi. Seperti beberapa hal sebagai berikut: 1. Mampu mendeskripsikan pengertian, dan kepentingan bersama organisasi yang Anda ikuti. 2. Mampu menjelaskan dan menguraikan ketentuan umum organisasi. 3. Mampu menganalisa fungsi setiap anggota organisasi. Sehingga tidak selalu terus menerus membebankan urusan organisasi kepada pengurus. 4. Mampu mengkaji peranan organisasi di tengah masyarakat. 5. Mampu meciptakan dan menghargai kerjasama antaranggota organisasi.
·                     Saat Anda menjadi anggota organisasi, Anda harus bisa mengenyampingkan sesaat rasa ke'Aku'an Anda menjadi sebuah kata 'Kami' di dalam organisasi.

·                     Menghindari pembicaraan yang sifatnya melebar, dan lebih baik memfokuskan pokok pembicaraan pada hal-hal yang bersifat keorganisasian.

·                     Saling share dan saling belajar disiplin ilmu lain yang dimiliki oleh sesama anggota organisasi diperbolehkan saja, sejauh bisa saling menghargai satu sama lain.

         Saat Anda ingin memasuki sebuah organisasi, teliti lebih dahulu manajemen organisasi yang akan Anda ikuti. Karena ini adalah dasar dari sebuah langkah besar yang akan Anda lakukan. Karena itu perhatikan lebih dulu makna manajemen dalam sebuah organisasi. Manajemen adalah: sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya atas anggota organisasi, dan penggunaan semua sumber daya yang ada dalam organisasi guna mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan bersama.
Kini Anda telah mengetahui berbagai seluk beluk tentang organisasi. Dan yang utama adalah Anda perlu pikirkan baik-baik sebelum terjun ke dalam salah satunya. Karena dinamika organisasi tergantung kepada orang-orang berakal sehat seperti Anda tentunya.

64. DINAMIKA ANTARA PENDIDIKAN, ORGANISASI DAN FINANSIAL




Dalam sebuah pilihan hidup bagi setiap ADS (aktivis dakwah sekolah) sering menghadapi ketiga masalah ini yang mengakibatkan harus menggugurkan salah satu dari ketiga hal ini. Padahal ketiganya dapat dipadukan secara spesifik apabila dilakukan dengan konsep yang matang. Disadari atau tidak ketiga konteks ini adalah hal yang sering menjadi perbincangan di kalangan ADS maupun ADK (aktivis dakwah kampus). Karena secara mendasar kita datang dari rumah ke sebuah lembaga pendidikan apakah Madrasah/ Sekolah maupun perguruan tinggi ialah untuk menuntut ilmu atau belajar.
Namun di sisi lain, apabila seseorang ingin mengembangkan bakat dan skillmaupun hal lainnya hanya dapat di olah dalam sebuah organisasi, baik itu organisasi internal maupun eksternal sekolah. Karena setiap organisasi memiliki karakter dan spesifikasi tersendiri. Seperti seseorang yang ingin memperdalam pemahaman ke-agama-annya dia harus masuk ke dalam organisasi ROHIS (kerohanian Islam), yang ingin mengembangkan bakat kepemimpinan maka masuk di OSIM/OSIS, bagi yang gemar di bidang seni maka masuk di Teater/ paduan suara sekolah atau yang suka dalam berpetualang di luar kota atau di hutan maka harus memilih organisasi seperti Pramuka atau organisasi lainnya yang sejenis.
Secara umum antara pendidikan dan organisasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya Finansial yang memadai. Karena pendidikan dapat berlangsung dengan baik apabila adanya prasarana seperti gedung sekolah, tenaga pengajar, buku tulis, panduan belajar serta perlengkapan lainnya yang itu semua bersumber dari pembiayaan yang di hasilkan dari masing-masing individu siswa/i ataupun bantuan dari pemerintah setempat. Sehingga pada akhirnya uang menjadi hal yang paling penting dalam dunia pendidikan. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang mengakibatkan biaya pendidikan menjadi mahal.
Begitu juga dalam sebuah organisasi, kebutuhan finansial juga merupakan faktor yang mempengaruhi dalam melakukan sebuah kegiatan baik kegiatan rutin, maupun kegiatan besar/umum.
Bagi sebagian orang kebutuhan dalam belajar tidaklah sulit karena kebutuhan tersebut dapat terpenuhi secara gratis dari orang tuanya, namun ada sebahagian lainnya tidak demikian mereka harus memenuhi kebutuhan tersebut dengan bekerja sambilan.
Ada sebuah kisah yang penulis saksikan yang dapat kita ambil hikmahnya bersama.
Seorang Ikhwan ADS kita sebut saja namanya Akh Ahmad, dalam sebuah organisasi beliau tampak seperti biasa saja melaksanakan amanah organisasi dengan baik dan tidak ada masalah yang terjadi. Namun tidak satu orang pun dari anggota organisasi tersebut mengetahui bahwa Akh Ahmad ternyata mencari biaya hidupnya sendiri dengan menjadi marketing di sebuah ponsel.
Seiring berjalan waktu, ketika tiba pada hari pelaksanaan kegiatan. Akh Ahmad tidak tampak dalam kegiatan tersebut, padahal sebelumnya ketika dalam syuro’ (musyawarah) yang dilakukan beliau tampak antusias. Selepas selesainya kegiatan keesokan harinya Mas’ul (ketua panitia) mengadakansyuro’ evaluasi kegiatan dan mengoreksi setiap bidang. Ketika sampai pada bidang Akh Ahmad Mas’ul menegurnya sedikit lebih tegas, karena tidak hadir dalam pelaksaan kegiatan.
Akh Ahmad lalu menjelaskan alasannya kenapa tidak hadir mengikuti kegiatan pada hari sebelumnya bahwa beliau tidak dapat ikut karena harus menjaga Ponsel tempat dia bekerja. Namun, karena teguran Mas’ul terlalu tegas sehingga membuat Akh Ahmad tersinggung, dan akhirnya beliau memutuskan untuk tidak aktif lagi di organisasi tersebut padahal organisasi tersebut masih dalam satu lembaga pendidikan.
Dalam hal ini sering terjadi di sebuah organisasi ketika seorang ADS yang tergabung dalam organisasi harus membagi waktu mereka antara belajar, berorganisasi dan bekerja. Namun ketika terbentur secara kebetulan kegiatan organisasi dan bekerja maka keseringan terjadi para ADS lebih memilih kepada bekerja, sehingga mengakibatkan organisasinya sering terbengkalai.
Hal tersebut terjadi pada dasarnya diakibatkan dari kurangnya komunikasi antara sesama ADS, karena apabila komunikasi terjalin dengan baik maka waktu kegiatan bisa disesuaikan dengan waktu bekerjanya para ADS yang lainnya. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari.
Komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam sebuah organisasi, karena komunikasi merupakan langkah awal dalam sebuah organisasi, komunikasi yang baik akan menciptakan suasana yang baik pula, begitu juga sebaliknya.
Selain itu komunikasi juga akan berjalan apabila dalam organisasi tersebut tercipta sebuah manajemen yang baik. Ali bin Abi Thalib pernah berkata “kebatilan yang di manajemen dengan baik akan mengalahkan kebenaran yang tidak di manajemen dengan baik.”
Hal ini sangat jelas dapat kita pahami bahwa sebuah organisasi yang tidak di manajemen/ diatur dengan baik maka akan sangat mudah dikalahkan oleh organisasi yang memiliki manajemen yang rapi.
Kita bisa melihat contoh bagaimana seorang Bapak Prof. Dr. Ing. Burhanudin Jusuf Habibie, Sc.h.c (yang kita kenal sebagai bapak teknologi) yang dalam waktu sehari dapat mengurusi lebih dari 20 lembaga organisasi yang setingkat nasional dan internasional. Apakah beliau berbeda dengan kita, tidak! Sama sekali tidak, beliau juga pernah merasakan pahit manisnya dalam belajar, berorganisasi serta bekerja. Namun beliau telah membuktikan bahwa ketiga konteks antara belajar, berorganisasi sekaligus bekerja dapat berjalan dengan baik dan sejalan.
Selain itu penulis berpesan bagi para ADS, seharusnya bisa memanfaatkan sebuah organisasi sebagai wahana belajar menjadiEntrepreuner (pengusaha), karena dengan adanya perkumpulan di organisasi maka akan lebih memudahkan dalam mengontrol usaha yang dilakukan. Sebab biasanya setiap organisasi telah ditetapkan jadwal berkumpulnya anggota dan pengurus setiap pekan. Usaha yang dilakukan bisa berupa membuat makanan ringan, souvenir atau membuat lembaga privat/les bagi siswa/i Junior.
Penulis pernah mengamati beberapa sekolah di daerah Jawa, ketika berkunjung beberapa bulan yang lalu, bahwa ternyata para siswa/i di sana telah diberi bekal sejak dini dalam berwirausaha. Sehingga memunculkan ide kreatif siswa/i untuk menciptakan bermacam-macam kreasi yang itu semua dapat dijadikan usaha dan tentunya bisa mengurangi biaya pendidikan mereka.
Oleh karena itu, bukan hal yang mustahil bagi kita yang berada di Takengon ini untuk bisa seperti itu bahkan lebih baik lagi, karena potensi alam dan kemampuan Sumber Daya Manusianya kita punya, hanya saja perlu diarahkan sedikit lagi. Maka dari itu, kepada Sahabat-sahabat ADS dimana pun berada agar bisa menciptakan peluang mulai dari sekarang.

63. Peran Komunikasi dalam Organisasi



   Yang dimaksud dengan proses komunikasi adalah proses yang menggambarkan kegiatan komunikasi antar manusia yang bersifat interaktif, relasional, dan transaksional dimana komunikator mengirimkan pesan kepada komunikan melalui media tertentu dengan maksud dan tujuan tertentu. Sejalan dengan pendapat Gibson (1994) proses komunikasi terdiri dari lima unsur yakni: Komunikator, pesan, perantara, penerima, dan balikan. Adapun Lasswell (1984), yaitu orang pertama yang mengajukan model proses komunikasi membuat formula sebagai berikut: Siapa, mengatakan apa, bagaimana caranya, kepada siapa, dan apa hasilnya. Sementara Berlo (1960) menggambarkan proses komunikasi terdiri dari tujuh elemen yakni:
1) Sumber komunikasi
2) Pengkodean
3) Pesan
4) Saluran
5) Pendekodean
6) Penerima, dan
7) Umpan balik.
          Dalam konteks organisasi, proses komunikasi di atas yang digambarkan lewat model dapat disimpulkan bahwa, komunikasi merupakan aktivitas yang menghubungkan antarmanusia dan antar kelompok dalam sebuah organisasi. Komunikasi antar individu dan kelompok/tim dalam organisasi menciptakan harapan. Harapan ini kemudian akan menghasilkan peranan-peranan tertentu yang harus diemban untuk mencapai tujuan bersama/ organisasi. Agar pimpinan dapat mempengaruhi dan memotivasi para pekerja/karyawan agar secara bersama-sama mewujudkan tujuan organiasasi maka perlu dikembangkan sistem komunikasi yang efektif. Apabila komunikasi efektif, ia dapat mendorong timbulnya prestasi kerja dan kemudian akan memunculkan kepuasan kerja.
Ditinjau dari aspek Business, organisasi adalah sarana manajemen [ditinjau dari
aspek kegiatannya, bukan struktur].
1.      Tujuan organisasi TIDAK MUNGKIN tercapai tanpa manajemen.
2.      Manajemen TIDAK MUNGKIN ada tanpa organisasi. Manajemen ada, jikaada tujuan yang akan dicapai atau diselesaikan.
Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan organisasi terletak pada peninjauannya yang terfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.
1.      Bentuk komunikasi apa yang terjadi
2.      Metode dan teknik apa yang dipakai
3.      Media apa yang dipakai
4.    Bagaimana prosesnya, dan faktor apa saja penghambatnya

A.          Defenisi  Fungsional Komunikasi Organisasi
          Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
          Gambar di bawah ini melukiskan konsep suatu sistem komunikasi organisasi. Garis yang putusputus melukiskan gagasan bahwa hubungan-hubungan ditentukan secara alami; hubunganhubungan itu juga menunjukkan bahwa struktur suatu organisasi bersifat luwes dan mungkin berubah sebagai respons terhadap kekuatan-kekuatan lingkungan yang internal dan eksternal.

Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah komunikasi di antara anggota-anggota suatu organisasi. Analisi komunikasi organisasi menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan.


B.          Unit Komunikasi
                Suatu sistem didefinisikan oleh Pool [1973] sebagai “setiap entitas berkelanjutan yang mampu berada dalam duakeadaan atau lebih” . Dalam suatu sistem komunikasi, keadaan itu adalah hubungan antara orang-orang. Dalam suatu sistem komunikasi organisasi keadaan tsb adalah hubungan antara orang-orang dalam jabatan-jabatan [posisi-posisi] . Unit mendasar komunikasi organisasi adalah seseorang dalam suatu jabatan. Orang bisa disosialisasikan oleh jabatan, menciptakan suatu lingkaran yang lebih sesuai dengan keadaan jabatan, pada saat yang sama jabatan tsb dipersonalisasikan, menghasilkan suatu figur atau gambar yang sesuai dengan eadaan orang tsb. Bila kita melihat apa yang terjadi ketika seseorang terlibat dalam komunikasi, kita menemukan bahwa terdapat dua bentuk umum tindakan yang terjadi :
1. Penciptaan pesan atau, lebih tepatnya, penciptaan pertunjukkan [to display menurut Random House Dictionary of The English Language 1987 : anda membawa sesuatu untuk diperhatikan seseorang atau orang lain; menyebarkan seseuatu sehingga sesuatu tsb dapat terlihat secara lengkap dan menyenangkan] .
2. Penafsiran pesan atau penafsiran pertunjukkan [to intepret : menguraikan atau  memahami sesuatu dengan suatu cara tertentu].

          Secara teknis, seseorang tidak dapat menghindari untuk menunjukkan pesan. Apa yang anda tunjukkan atau tempatkan sehingga terlihat jelas memang merepresentasikan anda. Anda adalah “suatu pertunjukkan pesan yang berjalan”. Hal yang sama dapat diterapkan kepada kantor atau hotel anda. Kantor atau hotel adalah suatu pertunjukkan-pesan bagi mereka yang mengunjunginya.

C.             Proses Komunikasi dan Jaringan Komunikasi
1.     Proses Komunikasi
A.      Komunikasi Internal
Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan [operasi dan manajemen] [lihat skema Internal Audience].  Dua dimensi komunikasi internal :
A.   KOMUNIKASI VERTIKAL !
Komunikasi dari pimpinan ke staff, dan dari staf ke pimpinan dengan cara timbal  balik [two way traffic communication].
   Downward Communication ! komunikasi atas ke bawah. Contoh pimpinan memberikan instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, perintah, pengumuman, rapat, majalah intern [lihat contoh skema]
   Upward communication ! dari bawah ke atas. Contoh staf memberikan laporan, saran-saran, pengaduan, kritikan, kotak saran, dsb kepada pimpinan [lihat contoh skema]
          Hambatannya adalah apabila saluran komunikasi dalam organisasi tidak berjalan atau digunakan sebagaimana mestinya, karena hal ini berpengaruh terhadap operasional organisasi [perusahaan]. Organisasi terdiri atas sejumlah orang; melibatkan keadaan saling bergantung; kebergantungan memerlukan koordinasi; koordinasi mensyaratkan komunikasi. Interkasi antara pimpinan organisasi [top manajer dengan middle manager] dengan audience di luar organisasi.
Manajer = pemimpin organisasi [swasta, BUMN atau pemerintah] peranannya dapat berpengaruh terhadap internal public[karyawan] dan external public [di luar organisasi, tetapi ada pengaruhnya]
1. Peranan Antarpersona [Interpersonal Role]
" Peranan Tokoh [figurhead role]
" Peranan Pemimpin [leader role]
" Peranan Penghubung [liaison role]
2. Peranan Informasional [Informational Role]
" Peranan Monitor [monitor role]
" Peranan Penyebar [disseminator role]
" Peranan Jurubicara [spokesman role]
3. Peranan Memutuskan [Decisional Role]
" Peranan Wiraswasta [enterpreneur role]
" Peranan Pengendali Gangguan [distrurbance handler role]
" Peranan Penentu Sumber [resource allocator role]
" Peranan Perunding [negotiator role]

B.   Komunikasi Eksternal
Komunikasi antara pimpinan organisasi [perusahaan] dengan khalayak audience di luar organisasi. [lihat skema ekternalaudience]
1.    " Komunikasi dari organisasi kepada khalayak ! bersifat informatif Majalah, Press releasemedia release, Artikel surat kabar atau majalah, Pidato, Brosur, Poster, Konferensi pers, dll
2.    " Komunikasi dari khalayak kepada organisasi
         
                                           
2.     Jaringan  Komunikasi
Menurut De Vito (1997), jaringan komunikasi adalah saluran yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orang ke orang lain dalam organisasi. Jaringan organisasi ini berbeda besar dan strukturnya pada masing-masing organisasi, dan biasanya disesuaikan dengan kepentingan dan tujuan organisasi tersebut. Secara umum jaringan komunikasi dapat dibedakan atas dua bagian yaitu:
1) jaringan komunikasi Formal dan
2)  jaringan komunikasi Informal. Dengan kata lain hubungan yang terjadi dalam organisasi dapat terjadi secara formal dan informal.

1) Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjadi diantara para anggota organisasi yang secara tegas telah direncanakan dan ditentukan dalam struktur organisasi formal. Komunikasi formal ini mencakup susunan tingkah laku organisasi, pembagian departemen atau tanggung jawab tertentu, posisi jabatan, dan distribusi pekerjaan.Ada tiga bentuk arus komunikasi dalam jaringan komunikasi formal seperti yang tertera dalam struktur yakni:
1.      Komunikasi ke Bawah
Komunikasi ke bawah menunjukkan arus pesan yang mengalir dari atas ke bawah. Komunikasi ke bawah biasanya diberikan oleh pimpinan kepada bawahan atau kepada para anggota organisasi dengan tujuan untuk memberikan pengertian mengenai apa yang harus dikerjakan oleh para anggota sesuai dengan kedudukannya. Pesan-pesan tersebut dapat dijalankan melalui kegiatan: Pengarahan, petunjuk, perintah, teguran, penghargaan, dan keterangan umum. Menurut Lewis (dalam Arni, 2002), komunikasi ke bawah juga dimaksudkan untuk merubah sikap, membentuk pendapat, mengurangi ketakutan, dan kecurigaan yang timbul karena salah informasi, dan mempersiapkan anggota organisasi untuk
menyesuaikan diri dengan perubahan. Komunikasi ke bawah ini dapat diberikan secara lisan, tertulis, dengan gambar atau simbolsimbol, dalam bentuk surat edaran, pengumuman atau buku-buku pedoman karyawan/anggota.
2.      Komunikasi ke Atas
Komunikasi ke atas adalah pesan yang mengalir dari bawah ke atas, yakni pesan yang disampaikan oleh para anggota organisasi/ bawahan kepada pimpinan. Komunikasi ini dimaksudkan untuk memberikan masukan, saran atau bahan-bahan yang diperlukan oleh pimpinan agar pimpinan dapat melaksanakan fungsi dengan sebaik-baiknya. Selain itu komunikasi ke atas ini juga menjadi saluran bagi para anggota/karyawan untuk menyampaikan pikiran, perasaan yang berkaitan dengan tugas-tugasnya. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan: pemberian laporan, pemberian saran/pendapat, baik secara lisan,
tertulis atau dengan menggunakan simbol dan gambar.
3.      Komunikasi Horizontal
Komunikasi horizontal atau mendatar terjadi diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan sederajat atau satu level. Pesan yang disampaikan biasanya berhubungan dengan tugas-tugas, tujuan kemanusiaan, saling memberi informasi, penyelesaian konflik, dan koordinasi. Koordinasi diperlukan untuk mencegah tendensitendensi, selain itu juga dimaksudkan untuk memelihara keharmonisan dalam organisasi. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara; rapatrapat komite, interaksi informal, memo dan nota, dan lain-lain.

2) Komunikasi Informal adalah komunikasi yang terjadi diantara para anggota organisasi atas dasar kehendak pribadi, tanpa memperhatikan posisi/kedudukan mereka dalam organisasi. Informasi dalam komunikasi informal ini mengalir ke atas, ke bawah, atau secara
horizontal, dan ini terjadi jika komunikasi formal kurang memuaskan anggota akan informasi yang diperlukan. Komunikasi informal disebut juga dengan grapevine (desas desus) cenderung berisi laporan rahasia mengenai orang, atau kejadiankejadian di luar dari arus informasi yang mengalir secara resmi. Namun walaupun informasinya bersifat informal, grapevine ini bermanfaat bagi organisasi. .


D.                Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
          Sebuah organisasi akan bubar karena ketiadaan komunikasi. Coba bayangkan jika komunikasi tidak ada dalam organisasi? Para karyawan tidak akan tahu apa yang akan dikakukannya dan apa yang dikerjakan rekannya. Pemimpin tidak bisa memberikan instruksi dan menerima masukan dari bawahannya. Koordinasi tidak berjalan, kerja sama tidak terjadi, masingmasing orang tidak dapat mengkomunikasikan perasaannya, kebutuhannya, masalah yang dihadapinya dalam pekerjaan kepada rekannya/ timnya, suvervisornya atau kepada pimpinannya. Komunikasi merupakan aktivitas yang menghubungkan antar manusia dan antar kelompok dalam sebuah organisasi. Kalau berbicara tentang komunikasi organisasi maka yang terbayang adalah peranan dan status dari setiap orang dalam organisasi, karena peranan dan status itu juga menentukan cara seseorang berkomunikasi dengan orang lain.  Jika jenis dan pembagian pekerjaan demikian banyak, beragam, dan berbeda-beda, maka dibutuhkan sebuah jalinan. Jalinan yang dimaksud di sini adalah komunikasi. Komunikasi antara seorang pimpinan dengan bawahan, antara bawahan dengan atasan, atau komunikasi sesama bawahan. Dalam komunikasi organisasi ini dikenal dengan istilah Downward communicationUpward communication, dan Horizontal communication.
Menurut Scott dan T.R. Mitchell (1976) komunikasi mempunyai empat fungsi dalam organisasi, yakni:
 1) kendali (kontrol/ pengawasan),
 2) motivasi,  
3) pengungkapan emosional, dan
 4) informasi.
Sebenarnya banyak  sekali hasil penelitian para ahli yang menemukan fungsi komunikasi (pesan) dalam organisasi.  
 Sedangkan menurut Thayer ada lima yaitu:
1.          untuk memberi informasi,
2.          membujuk,
3.         memerintah,
4.          memberi instruksi, dan
5.         mengintegrasikan organisasi.
Terakhir Greenbaumn mengemukakan bahwa fungsinya adalah untuk mengatur, untuk melakukan pembaruan, integrasi, memberikan informasi dan instruksi.